Ditulis pada tanggal 10 December 2013, oleh admin, pada kategori Berita

Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen DIkti menilai data dosen perlu direkam agar pengembangan karir dosen dapat lebih mudah dijalankan. Nantinya perencanaan dan pengembangan karir dosen akan dilakukan secara terintegrasi dengan harapan langkah pengembangan dan penatalaksanaan dosen yang terintegrasi dapat meningkatkan kinerja dosen dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu. Hal-hal itulah yang melatarbelakangi Ditjen Dikti mengembangkan Sistem Informasi Pengembangan Karir Dosen (SIPKD).

SIPKD disosialisasikan di lingkungan FT-UB mulai Kamis (5/12/2013) di Ruang Rapat Lantai 3  Gedung Fakultas Teknik untuk staf dan Senin (9/12/2013) di Auditorium Prof Ir. Suryono Lantai 2 Gedung Fakultas Teknik untuk dosen.

“Proses Beban Kerja Dosen (BKD) yang sudah diselesaikan melalui aplikasi Sistem Informasi Dosen (Siado) digantikan dengan SIPKD.  Rektor juga meminta data BKD untuk terus diperbaharui. Kegiatan ini untuk mensosialisasikan petunjuk teknis pengoperasian aplikasi SIPKD,” ujar Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono, MT selaku Pembantu Dekan II Bidang Administrasi dan Keuangan.

Prof. Ir. Antariksa M.Eng Ph.D selaku perwakilan dari Tim BKD Kantor Pusat disela-sela pemeragaan  pengoperasian SIPKD menyampaikan aplikasi ini nantinya terintegrasi dengan sistem pengembangan karir dosen tetap yang meliputi aplikasi Pusat Tes Indonesia (PTI), Sistem Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Simlitabmas), Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (Forlap), Sertifikasi Pendidik untuk Dosen (Serdos), Penilaian Jabatan Akademik (PAK) dan beasiswa.

“Mengoperasikan SIPKD mudah, tidaklah sulit. Hanya data-data penelitian dan pengabdian yang perlu terus di-update,” ungkap guru besar bidang ilmu sejarah dan pelestarian arsitektur ini. “Dengan adanya aplikasi ini diharapkan meringankan beban kerja staf kepegawaian baik di lingkungan fakultas maupun universitas,” tambahnya.

Dengan aplikasi ini, kinerja dosen akan terus dievaluasi per semester. Oleh karena itu data yang ada harus terus di-update tiap semester. Setelah selesai asesor dari universitas akan menilai dan membuat rekapitulasi laporan Beban Kinerja Dosen sesuai format Ditjen Dikti.

“Saran saya data-data yang ada di fakultas untuk pengisian SIPKD segera dipersiapkan. Semua dosen yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) wajib mengisi, meskipun dosen yang bersangkutan sedang tugas belajar. Sesuai instruksi Ditjen Dikti tanggal 16 Desember 2013 pengisian data sudah harus terselesaikan. Kedepannya akan menjadi tanggung jawab dosen yang bersangkutan untuk terus memperbaharui data-data ini,” pungkas alumni Kyoto Institute of Technology Jepang ini. (andi)

1,959 total views, 2 views today